I m F O R S I L

Be The Best Moslem Learner!

Mentoring ImFORSIL

mentoring

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sahabat ImFORSIL, semoga senanitasa dalam keadaan sehat wal’afiyat. Amin.

Senang sekali kami dapat menjumpai sahabat, meski lewat website yang sederhana ini.

Sebagai sebuah UKM yang bergerak dalam bidang dakwah Islam, ImFORSIL di salah satu programnya ada  “Mentoring ImFORSIL”. Mentoring ini alhamdulillah sudah berjalan dengan sistematika jadwal, yakni setiap hari Rabu, pukul 08.00-09.00 WIB. Bertempat di mushola ikhwan. Materinya selalu bervariasi. Yang pasti sesuai dengan apa yang kata butuhkan saat ini. Entah itu, dari bidang aqidah Islam, akhlak, dunia Islam dan lain-lain. Insya Allah ini akan sangat bermanfaat sekali buat sahabat mahasiswa Yayasan Indonesia Mandiri buat nambah ilmu, wawasan Islam lebih dalam, dan kajian dunia Islam terkini.

Program ini terbuka bagi semua Mahasiswa Muslim Kampus YIM. Semoga bermanfaat. Fastabiqul khairat. Kami tunggu kedatangannya ya! Salam SEMANGAT! ALLAHU AKBAR!

Desember 13, 2008 Posted by | 1 | | Tinggalkan sebuah Komentar

Selamat Memperingati Maulidur Rasul


Dapatkan Mesej Bergambar di Sini

Maret 11, 2009 Posted by | PHBI | | Tinggalkan sebuah Komentar

Mabit, Yuk!!

Diposting oleh: Agha pada KRM, School, Shoiqoh

Sumber: http://agha.blogdetik.com/2008/09/17/mabit-yuk/

Hi! Kita bertemu lagi di blog saya, agha.blogdetik.com. Ini adalah pengalaman saya yang paling berkesan. Ceritanya panjang, jadi saya bagi menjadi 11 chapter. Selamat membaca dan jangan lupa commentnya, yah!

Chapter 1: Prologue

Sebenernya sih acara KRM, yaitu MaBIT(Malam Bina Iman Taqwa) dimulai pk.15.00 tapi tak ada salahnya saya bercerita lebih awal. Di pertemuan kali ini kami membahas tentang pengelolaan tampilan blog (yeah, that’s why blog saya jadi lebih modis).Kami mempelajari tentang cara mengubah tema, gambar header, menambah widget, & menambah link. Seperti yang anda lihat, ada beberapa link diblogroll saya. Sebagian besar dari link itu adalah linknya blog anak Shoiqoh & The Shoiqoh Leader: Yahya Ayyash (Kang Yahdi). Setelah pertemuan itu berakhir dengan sukses MaBIT pun dimulai, so, LETS BEGIN!!

Chapter 2:

The MaBIT Begins Shoiqoh berakhir. MaBIT pun dimulai. Semua anggota KRM yang hadir (kls 7&8) berkumpul di masjid untuk deberikan pengarahan. Saat itu kami deberikan 2 peraturan yang wajib..jib..jib..jibb .Emang sih peraturannya cuma 2 ,tapi kedua peraturan itu bersanak saudara dan beranak! The rules are: 1 Harus JAIM (Jaga mulut, Al-Qur’an tamat 1 Juz, Ikuti acara sampai akhir ,& Menulis materi). 2. Dilarang TENGIL (Tidur sebelum disuruh, Egois, Ngelamun saat materi diberikan, Ganggu teman, Ilang tiba – tiba, & LIARR). Yahh pengarahan itu berlangsung secara khidmat, gak serius, & banyak ketawa . Begitulah pertemuan khas KRM

Chapter 3: Latihan Baca AL-Qur’an

Setelah rapat kami berkumpul lagi menurut tingkatan baca Al-Qur’an yaitu level X (Bagus), Y (Lebih bagus), & Z (Sangat Bagus). Saya masuk level X (Maklum sehari baca Al-Qur’an cuma 10 ayat). Level saya ini dipimpin oleh Kang Zaid, alumni KRM yang sudah kelas 2 SMA. Saat tekhnik baca Al-Qur’an diperagakan oleh Kang Zaid, wahh… saya kagum mendengarnya. Kelancaran membacanya lebih lancar daripada ibu saya! Tapi saat giliran saya yang membaca, wahh… memalukann. Baca terbata-bata harakat gak bener & gak bisa ngatur nafas (kalau yang ini wajar , karena saya menderita asma & batuk).Saya jadi penasaran, nihh gimana ya caranya biar bisa lancar gitu ? Setelah latihan itu usai kami diberi waktu sampai maghrib untuk mencapai target baca 1 juz kami. Karna gak mau repot saya memilih juz 30 agar cepat tamat.

Chapter 4: Buka Bareng

Adzan maghrib berkumandang terpaksa tilawah Qur’an kami hentikan (ya iyalah kalo gak buka mati kelaparan). Masing- masing anggota mempersiapkan snack yang dibawa dari rumah untuk berbuka. Tapi diantara yang lain saya membawa tantangan makanan yang MUANNTHABH, ROTI KEJU SEGEDE PIRING MAKAN!! Yahh, apa boleh buat itu amanah dari ibu saya untuk dibagi bersama teman. Sialnya gak ada yang mau makan karena sudah ada banyak ta’ jil yang sudah disediakan. Acara buka itu diselingi dengan salat maghrib. Nah, setelah salat itu ada tantangan baru lagi, yaituu: Nasi Bungkuss!! Dlm hati: Yaa, Allah bagaimanakah caranya agar hamba bisa menghabiskan semuanya? Mau tak mau saya harus meninggalkan roti karna diwajibkan memakan nasi. Acara berbuka itu pun selesai dengan dikumandangkannya adzan isya. Dalam acara itu saya mendapat pelajaran bahwa makan bareng anak KRM lebih kenyang daripada makan di rumah.

Chapter 5: Nonton Film

Setelah salat isya Kang Yahdi mengumpulkan semua anggota untuk menonton film. Filmnya sih gak Islami tapi mengandung hikmah yang berarti. Judul film itu adalah “Akeela and the Bee”. Film ini menceritakan tentang seorang anak perempuan berusia 12 thn yang berambisi menang dalam lomba mengeja tingkat nasional. Ia berusaha dan jatuh – bangun dalam perjuangannya itu. Dan akhirnya ia manjadi juara ke-1 bersama dalam perlombaan itu. Hikmah dari film itu adalah “barang siapa bersungguh – sungguh maka dapatlah ia”

Chapter 6: Materi & Susah Tidur

It’s time for materi and next we’ll sleep. Kumpul lagi, deh!! Kali ini kami diberi materi tentang qiyamu lail. Saya masuk kelompok 2 yang dipimpin oleh Kang Shafa. Kelompok saya berkumpul di tengah lapangan volley. Kang Shafa menjelaskan tentang berbagai keutamaan qiyamu lail dan tata cara mempraktikkannya. Tapi, yang paling seru adalah saat kami berdiskusi tentang Islam. Mulai dari peperangan Islam, Al- Qur ‘an, sampai pemain sepak bola yang beragama Islam. Karena keasyikan berdiskusi tak terasa bahwa sudah waktunya tidur. Semua peserta MaBIT diwajibkan bersikat gigi dahulu sebelum tidur. Sekarang waktunya untuk tidur masing – masing peserta menyiapkan alat tidurnya masing – masing. Saat tidur adalah momentum yang sangat menantang bagi saya. Itu karena saya berjihad mati – matian untuk tidur. Gangguannya itu wahh.. bukan main! Sudah tertendang teman, dijajah oleh 3 orang, udara dingin, lalu ada suara “groookkk” yang sangat tak enak didengar. Pada malam itu saya tak bisa tidur sama sekali!

Chapter 7: Behold!! Qiyamu Lail 2 Juz!!

Kira-kira pukul 02.00 kurang kami dibangunkan panitia untuk melakukan qiyamu lail. Saat itu saya sedang menutupi wajah dengan sajadah dan masih berjihad untuk tidur. Tapi apa boleh buat saya harus segera berwudhu untuk melakukan salat. Yang paling melelahkan adalah salatnya harus tamat 2 juz Al-Qur’an !! Sistem yang dijalankan adalah sistem 2 rakaat salam. Pada awal rakaat semua peserta mengikuti salat tersebut. Pada pertenghan juz sudah mulai ada yang K.O. kelas 7 yang awalnya ada 12 orang tinggal bersisa 8 orang kelas 8 juga manyak yang tumbang. Menjelang juz ke-2 tinggal 5 orang dari kelas 7 yang tersisa. Rasanya kaki saya mati rasa, keram dan punggung sakit sekali. “ The Great Saiful” pun sudah tak khusyuk lagi bersalat, sedikit – sedikit ia melirik jam dan berdirinya pun gak karuan. Surat demi surat dilalui dan kami pun selesai melakukan qiyamu lail dan menuju salat witir. Saat melihat jam di dinding masjid saya terhenyak lalu berkata “ Hah?! Udah jam 04.10! Berarti adzan shubuh 20 menit lagi donk!!” Akhirnya Kang Yahdi memutuskan untuk bersalat witir 1 rakaat saja.

Chapter 8: Shubuh 15 Menit Lagi!!

Witir pun selesai dituntaskan saya pun tergeletak lemas di lantai masjid. Karena adzan shubuh tinggal 15 menit lagi, saya merangkak menuju tas saya untuk mengambil roti segede piring yang belum dimakan. Dengan secepat kilat roti itu dilahap oleh peserta mabit dan panitia yang bersalat sampai saat-saat terakhir. ¼ dari roti itu tersisa untuk dimakan oleh saya. Walau hanya ¼ bagian tapi, perutku ini rasanya sudah kenyang lalu saya mengambil minuman agar tidak haus lagi. Para peserta lainnya rusuh memakan santapan sahur karena adzan tinggal beberapa menit lagi. Waktu adzan shubuh pun tiba, lalu “The Great Saiful” memutuskan untuk mengumandangkan adzan. Tapi, teman – teman lainnya menghalangi seraya berkata “Tunggu, Ful saya belum minum nanti aja adzannya!!!” Tapi “The Great Saiful” tetap pada pendiriannya untuk adzan karena sudah waktunya. Dengan berat hati harus meninggalkan sahurnya dan harus berwudhu. Itulah akibat imam yang overdosis membacakan surah – surah Al-Qur’an.

Chapter 9: The 5 Outposts

Setelah selesai shalat shubuh dan “refreshing” kami menjalani materi 5 pos (acara refreshing tak diceritakan karena ceritanya terlalu lebayy & akan memakan banyak space di blog ini). Kami dibagi menjadi kelompok seperti kelompok materi dalam malam sebelumnya. Saya, Sopyan, Farhan, Harlino, & Zikri menuju ke pos ke-1 untuk menerima materi. Di pos ke-1 kami bertemu dengan Kang Azhar dan diberi materi tentang makna Al-Qur’an. Go to the next stage, kami menuju ke pos 2 untuk materi baru. Di sana ada Kang Gazi & Kang Shafa yang memberikan materi tentang baca Al-Qur’an. Seperti biasa saya paling payah dalam membaca Al-Qur’an. Well, ke pos selanjutnya yaitu pos 3 kami bertemu dengan 2 orang akang. Kang… siapa yah? Duh lupa namanya! Kami di test bertaushiah secara singkat. Diantara kami ber-5 hanya Sopyan yang taushiyahnya benar (Waduh! Jadi malu aku!!). Dakwah merupakan kewajiban seorang muslim untuk menyebarkan Islam dan salah satu caranya adalah melalui blog ini. Lalu di pos 4 kami ditegur oleh Kang Zaid karena tidak benar – benar ta’aruf (saling mengenal). Karena ta’aruf juga merupakan salah satu kewajiban seorang muslim. Selanjutnya pos 5 pos yang paling seru diantara pos lain dan dipimpin oleh Kang Haris. Kami bermain games dengan tujuan melatih kekompakan! Seperti berbaris menurut huruf depan nama, nomor telpon, ukuran sepatu, dan yang terakhir sit up berantai! Gamesnya bikin capek tapi menyenangkan jadi gak kerasa deh!

Chapter 10: Tutup Acara

Kelima pos yang tadi kami lalui bersama telah usai dan kini waktu bermain futsal bgi mereka yang masih mampu. Saya sih tidak ikut, saya memilih untuk mengobrol dengan teman – teman lainnya. Jadi, saya tak akan menceritakan banyak tentang futsal ini. Yang pasti saya asyik mengobrol dengan Kang Yahdi dan teman – teman lainnya. Seperti yang direncanakan kami melakukan apel penutupan acara MaBIT. Kami diberikan pidato untuk mempertahankan amal ibadah kami di waktu selanjutnya seperti yang kami lakukan di acara MaBIT kali ini. Lalu kami juga diajari salam KRM yang berbunyi sebagai berikut “Dari kami, untuk-Mu, Tuhan, seluruh amal ibadah kami, ALLAHUAKBAR!!!”. Salamnya dilakukan dengan gerakan khusus lho… Setelah susunan acara selesai kami semua diperbolehkan untuk pulang. Tapi saya ada keperluan penting dengan Kopunk jadi saya pulang lebih lambat

Chapter 11: Prologue

Ini adalah cerita tambahan dan kesan kesan saya saat acara MaBIT. Selesai keperluan dengan Kopunk saya menuju keluar sekolah karena sudah di jemput orang tua. Dan sepulangnya saya langsung K.O. karena tidak tidur dan juga salat 2 juz 2 ½ jam. Tapi semua itu bermakna bagi saya dan menjadi pemanasan untuk saya untuk iktikaf di masjid dan salat qiyamu lail lagi sebanyak 3 juz doa’in ya!!

Februari 16, 2009 Posted by | MABIT | | Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.